Senin, 06 Februari 2012

PT. Kertas Leces Persero - ICON LECES yang kolaps

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
"PT Kertas Leces merupakan pabrik kertas tertua ke dua setelah pabrik kertas Padalarang yang dibangun pada masa penjajahan Belanda pada tahun 1939 dan mulai beroperasi tahun 1940 dengan kapasitas 10 ton/hari yang memproduksi kertas tulis cetak dengan bahan baku jerami yang menggunakan proses soda.

Setelah pengambil alihan manajemen oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1958, PT Kertas Leces mengadakan Pengembangan Pabrik Pulp dan Kertas terpadu melalui 4 (empat) tahap pembangunan, mulai tahun 1960 sampai dengan 1986.

Saat ini kapasitas terpasangnya adalah 640 ton/hari yang memproduksi berbagai jenis kertas, antara lain : Kertas Tulis Cetak (HVS, HVO, Photo Copy, dan lain-lain), Kertas Koran dan Kertas Industri.

PT Kertas Leces merupakan salah satu pabrik kertas di Indonesia yang menggunakan bahan baku kertas bekas dan ampas tebu yang merupakan modal PT Kertas Leces menuju Ecolabeling.

Dalam kaitannya dengan kepedulian lingkungan, proses produksi PT Kertas Leces menggunakan Proses Soda yang tidak berbau untuk proses pembuatan pulp, dan adanya penyempurnaan dengan penambahan Oksigen Delignifikasi, serta didukung dengan Chemical Recovery Plant dan Mesin Kertas yang menggunakan Alkali Sizing. Selain itu juga didukung penerapan teknologi tinggi dengan komputerisasi pada mesin kertas berkecepatan tinggi guna menjamin stabilitas kualitas produksi."


Pada kenyataannya sekarang pabrik kebanggaan orang LECES ini sedang sekarat dikarenakan kerakusan pihak manajemen terdahulu dan ketidak perdulian PEMDA setempat, yang pada akhirnya kolaps karena dana yang seharus nya di pakai untuk operasional pabrik, disikat oleh oknum pejabat pejabat pabrik. Pabrik ini memiliki 2 gerbong sendiri yang di fungsikan sebagai sarana akomodasi hasil produksi dan pengangkutan bahan baku dari pelabuhan Probolinggo, namun sekarang entah kemana 2 gerbong tersebut, karena bangkainya pun tidak pernah kelihatan. Pabrik yang menjadi gantungan hidup rakyat LECES dan sekitarnya ini sekarang lebih mirip bangunan tua yang tak terawat...masih segar dalam ingatan TS dulu pabrik ini sebegitu "bergairahnya" sebagai penghasil kertas terbesar di jamannya jauh sebelum Pabrik -pabrik kertas swasta bemunculan.

Patut untuk di garis bawahi pabrik ini adalah program padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja dari daerah sekitarnya, bahkan pabrik ini mempunyai sub -sub yang mengkaryakan rakyat sekitar dalam hal produksi bahan baku kertas dan turunannya, jadi sangatlah disayangkan jika pabrik ini haru kolaps...

Selain menghasilkan kertas, pabrik ini menghasilkan siswa-siswi berkualitas "super" di bawah Yayasan PTKL, yang di beri nama Taruna Dra. Zulaeha ( diambil dari nama istri salah satu DIRUT PTKL pada saat itu ), yang di peruntukkan bagi putera-putri karyawan, jadi spp atau uang sekolahnya disesuaikan dengan jabatan bapk/ibunya di PTKL. Lulusan dari yayasan ini mampu menembus PTN dengan atau tanpa test dari 80% siswanya dan yang 20% biasanya lari ke program beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri ( hampir tiap tahun begitu... ) oleh karena itu SMU taruna Dra. Zulaeha menjadi SMU favorit untuk daerah jawa timur. semua itu bisa di capai karena sistem pendidikan di yayasan ini sangatlah ketat, dan disiplin, dan semua pengajar di yayasan ini di beri penghasilan lebih dari pengajar di smu negeri atau swasta yang lain, dan itu bisa terlaksana karena dana dari PTKL sebagai induk dari yayasan taruna Dra. zulaeha. Dan ketika PT kertas leces ini kolaps, otomatis yayasan ini pun terkena imbasnya....kualitas dari lulusannya dipertanyakan sekarang, guru-guru yang dulu sangat disiplin mengajar murid-muridnya sekarang kebanyakan pindah karena kompensasi yang mereka dapatkan jauh dari yang mereka dapatkan dibanding saat PT Kertas Leces masih beroperasi normal

Tulisan ini TS buat atas keprihatinan TS atas kondisi PTKL yang telah berkontribusi banyak atas LECES. dan TS berharap semoga pabrik ini bisa bangkit lagi dan Taruna Dra Zulaeha bisa tetap menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas untuk bangsa... amin :iloveindonesias

ganecya 07 Feb, 2012

Mr. X 07 Feb, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/02/pt-kertas-leces-persero-icon-leces-yang.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons